Lanjutan bagian 2..
4. Keluar terlalu cepat. Ya, seringkali saat kita berhasil entry trade pada saat yang tepat, mendapat profit beberapa pips, kita kemudian menjadi tidak yakin dan akhirnya malah menutup trade terlalu cepat. Pernah mencoba berjalan di dinding pagar yang cukup tinggi?? Entah kenapa kita tidak bisa melangkah lurus tanpa terjatuh, padahal kita dapat melakukannya dengan mudah bila kita menggambarkan sebuah garis lurus, bahkan dengan lebar yang lebih kecil, di atas lantai. Yang sering terjadi adalah, saat mulai profit Anda mulai kehilangan kepercayaan diri, melihat tingginya Anda berjalan dan akhirnya Anda akan keluar. Terlalu banyak emosi yang akan mempengaruhi hasil trading Anda.
Bila Anda punya sistem yang Anda percayai, disiplinlah dengan itu. Entry sesuai sistem, tetaplah ikut sistem Anda sampai sistem Anda menunjukkan bahwa Anda harus keluar dari trading.
5. Ragu. Jangan biarkan keraguan mempengaruhi Anda dalam mengambil posisi. Ragu-ragu hanya akan menyebabkan Anda terlambat mengambil keputusan. Jangan khawatir, masalah ini adalah masalah umum yang dihadapi trader, termasuk saya. Teguhlah pada sistem Anda, bila tidak, Anda hanya akan mengalami kerugian.
Umumnya masalah ini terjadi karena kurangnya pengalaman, dan kelamaan akhirnya akan hilang dengan sendirinya. Karena itu bila Anda mulai memutuskan untuk live trade, mulailah dengan nilai yang kecil sampai Anda menemukan style trading Anda, sampai Anda benar-benar yakin akan setiap keputusan yang Anda ambil. Tidak selalu mudah memang, karena ini lebih kepada masalah emosi dan kepercayaan diri trader.
Tapi ingatlah, bila Anda tidak juga bisa mengatasi masalah ini dan Anda berhasil trading sampai pada titik dimana seolah-olah Anda tidak membutuhkan uang dari trade Anda, Anda tak akan berhasil di forex..
6. Mencari alasan lain untuk kesalahan sendiri. Seringkali saya mendengar orang mengatakan hal semacam ini, “Market sedang jelek hari ini, awalnya semua berjalan mulus, tapi makin lama makin jelek tradingnya.” Cobalah untuk jujur, bukan market yang membuat trading Anda jelek. Itu semua kesalahan Anda.
Atau hal yang sering kita dengar lainnya,”Aku perlu belajar lagi nih tentang money management,” “aku perlu belajar lagi tentang entry dan exit pointnya” atau hal lainnya yang sebenarnya tidak berhubungan dengan kesalahan yang sesungguhnya. Daripada sibuk mencari alasan, yang sebenarnya dibutuhkan adalah kemampuan mengendalikan emosi. Mereka harus mengentikan trading disertai emosi seperti kebosanan, frustasi, penyesalan, balas dendam dsb dan mulai berdisiplin hanya akan membuka posisi bila memang sesuai dengan sistem yang dibuat. Ketatlah dengan sistem yang dibuat, jangan coba-coba menambah-nambah atau sebaliknya meskipun sedikit hanya karena kita ingin segera masuk ke market.
Jadilah seperti pemancing. Sepertinya memang membosankan seharian duduk di depan komputer, melihat angka-angka bergerak lambat bahkan hingga akhirnya tidak ada kesempatan sama sekali untuk kita bisa masuk pada hari itu, tapi memang itu yang harus Anda lakukan. Seperti itulah memancing.
7. Pesimistis. Seringkali orang mengatakan bahwa potensi kita itu luar biasa, jauh melebihi apa yang bisa kita pikirkan. Hanya saja, kita justru sering membatasi diri kita sendiri. “Saya tidak bisa,” “Saya tidak cukup pandai untuk ini,” dan semacamnya. Dengan bersikap pesimistis, kita gagal menantang diri kita sendiri untuk menciptakan potensi baru karena sejak awal kita sudah kehilangan keyakinan diri.
Kita seperti gajah sirkus dengan leher diikat rantai kecil yang sebenarnya dapat dengan gampang diputus olehnya. Percaya bahwa dirinya tidak dapat bebas, mengabaikan kekuatan yang ada pada dirinya. Kita benar-benar terpenjara hanya karena pikiran kita meyakini kita terpenjara. Mulailah berfikir positif dan percayalah bahwa setiap kesalahan adalah sebuah tantangan untuk tumbuh lebih baik.
4. Keluar terlalu cepat. Ya, seringkali saat kita berhasil entry trade pada saat yang tepat, mendapat profit beberapa pips, kita kemudian menjadi tidak yakin dan akhirnya malah menutup trade terlalu cepat. Pernah mencoba berjalan di dinding pagar yang cukup tinggi?? Entah kenapa kita tidak bisa melangkah lurus tanpa terjatuh, padahal kita dapat melakukannya dengan mudah bila kita menggambarkan sebuah garis lurus, bahkan dengan lebar yang lebih kecil, di atas lantai. Yang sering terjadi adalah, saat mulai profit Anda mulai kehilangan kepercayaan diri, melihat tingginya Anda berjalan dan akhirnya Anda akan keluar. Terlalu banyak emosi yang akan mempengaruhi hasil trading Anda.
Bila Anda punya sistem yang Anda percayai, disiplinlah dengan itu. Entry sesuai sistem, tetaplah ikut sistem Anda sampai sistem Anda menunjukkan bahwa Anda harus keluar dari trading.
5. Ragu. Jangan biarkan keraguan mempengaruhi Anda dalam mengambil posisi. Ragu-ragu hanya akan menyebabkan Anda terlambat mengambil keputusan. Jangan khawatir, masalah ini adalah masalah umum yang dihadapi trader, termasuk saya. Teguhlah pada sistem Anda, bila tidak, Anda hanya akan mengalami kerugian.
Umumnya masalah ini terjadi karena kurangnya pengalaman, dan kelamaan akhirnya akan hilang dengan sendirinya. Karena itu bila Anda mulai memutuskan untuk live trade, mulailah dengan nilai yang kecil sampai Anda menemukan style trading Anda, sampai Anda benar-benar yakin akan setiap keputusan yang Anda ambil. Tidak selalu mudah memang, karena ini lebih kepada masalah emosi dan kepercayaan diri trader.
Tapi ingatlah, bila Anda tidak juga bisa mengatasi masalah ini dan Anda berhasil trading sampai pada titik dimana seolah-olah Anda tidak membutuhkan uang dari trade Anda, Anda tak akan berhasil di forex..
6. Mencari alasan lain untuk kesalahan sendiri. Seringkali saya mendengar orang mengatakan hal semacam ini, “Market sedang jelek hari ini, awalnya semua berjalan mulus, tapi makin lama makin jelek tradingnya.” Cobalah untuk jujur, bukan market yang membuat trading Anda jelek. Itu semua kesalahan Anda.
Atau hal yang sering kita dengar lainnya,”Aku perlu belajar lagi nih tentang money management,” “aku perlu belajar lagi tentang entry dan exit pointnya” atau hal lainnya yang sebenarnya tidak berhubungan dengan kesalahan yang sesungguhnya. Daripada sibuk mencari alasan, yang sebenarnya dibutuhkan adalah kemampuan mengendalikan emosi. Mereka harus mengentikan trading disertai emosi seperti kebosanan, frustasi, penyesalan, balas dendam dsb dan mulai berdisiplin hanya akan membuka posisi bila memang sesuai dengan sistem yang dibuat. Ketatlah dengan sistem yang dibuat, jangan coba-coba menambah-nambah atau sebaliknya meskipun sedikit hanya karena kita ingin segera masuk ke market.
Jadilah seperti pemancing. Sepertinya memang membosankan seharian duduk di depan komputer, melihat angka-angka bergerak lambat bahkan hingga akhirnya tidak ada kesempatan sama sekali untuk kita bisa masuk pada hari itu, tapi memang itu yang harus Anda lakukan. Seperti itulah memancing.
7. Pesimistis. Seringkali orang mengatakan bahwa potensi kita itu luar biasa, jauh melebihi apa yang bisa kita pikirkan. Hanya saja, kita justru sering membatasi diri kita sendiri. “Saya tidak bisa,” “Saya tidak cukup pandai untuk ini,” dan semacamnya. Dengan bersikap pesimistis, kita gagal menantang diri kita sendiri untuk menciptakan potensi baru karena sejak awal kita sudah kehilangan keyakinan diri.
Kita seperti gajah sirkus dengan leher diikat rantai kecil yang sebenarnya dapat dengan gampang diputus olehnya. Percaya bahwa dirinya tidak dapat bebas, mengabaikan kekuatan yang ada pada dirinya. Kita benar-benar terpenjara hanya karena pikiran kita meyakini kita terpenjara. Mulailah berfikir positif dan percayalah bahwa setiap kesalahan adalah sebuah tantangan untuk tumbuh lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar