Kamis, April 09, 2009

MAcross System 3

MAcross Untuk Membaca Perubahan Tren

Melanjutkan artikel sebelumnya, sekarang saya akan membagi tentang salah satu cara memanfaatkan MA untuk membantu kita dalam membaca perubahan tren yang sedang terjadi pada suatu market. Pada artikel MAcross System 2 saya sudah memberikan gambaran bagaimana kita dapat memanfaatkan MA untuk menentukan tren yang sedang berjalan. Nah, cukupkah kita hanya mengetahui tren untuk bisa entry trade??


Well..Anda bisa saja melakukan trading hanya dengan mengandalkan 1 line MA.Untuk bisa melakukan trading, kita bisa memanfaatkan kombinasi dari pembacaan line MA dengan candle yang terbentuk. Jika kita perhatikan gambar di atas, kita bisa membuka posisi setiap kali candle menembus line MA, jika candle menembus line MA dari atas ke bawah, maka kita bisa entry sell pada saat tersebut, begitu juga sebaliknya untuk posisi buy. Di sini kita tidak hanya memanfaatkan line MA sebagai alat untuk membaca tren tapi juga sebagai batasan level support-resistance, sehingga setiap kali candle menembus line MA (yang kita anggap sebagai S-Rnya) kita dapat membuka posisi. Untuk kondisi ekstrimnya coba kita lihat gambar di bawah


Nahh..pada gambar di atas terlihat jelas, dengan menentukan MA yang tepat untuk sebuah pair, Anda dapat memanfaatkan line MA tersebut sebagai batasan support-resistance yang dinamis. Berdasarkan line MA tersebut kita bisa entry buy sekitar 9 desember 14.00 dan candle kemudian terus melakukan rally bullish dengan beberapa kali candle mencoba menembus supportnya hingga akhirnya berhasil ditembus, sekaligus signal bagi kita untuk entry sell, pada sekitar 18 desember.

Mengingat kelemahan sistem MA untuk pasar ranging, beberapa trader menyarankan untuk mengambil posisi hanya pada saat line MA membentuk kemiringan secara visual lebih dari 30 derajat Hal ini dilakukan untuk mengeliminasi kemungkinan kita melakukan banyak cut loss pada saat ranging. Kemiringan yang cukup curam bisa diartikan bahwa tren yang sedang berjalan cukup kuat sehingga kemungkinan terjadinya rally lebih besar.

Tentu menggembirakan jika kita berhasil entry pada saat awal terbentuknya rally, tapi bagaimana jika ternyata kita justru entry di saat-saat terakhir?? Ya, 1 line MA yang kita gunakan tadi tidak bisa memberikan gambaran yang terlalu jelas mengenai keadaan rally yang sedang terjadi pada setiap waktu candle terbentuk. Untuk mengatasinya kita bisa menambahkan 1 line MA lagi dengan periode yang berbeda dengan line MA pertama tadi. Dengan demikian gambaran chart yang akan terjadi akan seperti ini:


Line dengan warna merah adalah MA dengan periode lebih besar daripada line MA dengan warna biru. Perpotongan line MA inilah yang kita manfaatkan sebagai pertanda bahwa tren sedang berganti sekaligus dapat Anda manfaatkan sebagai signal entry/exit untuk trading Anda.

Jika Anda perhatikan lebih teliti lagi pada gambar tadi, kita melihat pada perpotongan terakhir (pojok kanan bawah) meskipun posisi line MA menunjukkan adanya tren bullish, harga justru bergerak turun. Kondisi demikian disebut divergence, dimana keadaan antara indi dengan chart justru bertolak belakang, sebaiknya kita hindari trading pada kondisi demikian. Kemungkinan lainnya adalah periode MA yang kita pakai tidak terlalu mewakili pair yang dipilih . Untuk itu kita harus melakukan backtesting baik pada periode MA yang akan digunakan dan pada penggunaan timeframe yang dipilih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar